CakShil

Seorang gadis masih asik dengan permainan basktenya,ia tidak memperdulikan waktu yang sudah menunjukkan pukul 5 sore, tidak ada niatan sedikit pun terbesit di pikirannya untuk pulang dari sekolahnya.
Rambut hitamnya yang panjang dikuncir satu keliatan bersinar diterpa sinar matahari sore, hembusan angin meniup pelan rambut indahnya, seragam putih abu-abunya basah penuh dengan keringat. Tidak ada rasa letih yang ia  rasakan, padahal dia sudah berjam-jam memainkan bola basketnya, tapi permainannya terhenti saat ia mendengar teriakan yang memanggil namanya

"Shillaaa!!" teriak seseorang, sontak shilla menengok ke arah suara. ia mendapati seorang pria tampan yang sedang tersenyum kepadanya, senyum itu... entah mengapa selalu bisa membuat hatinya terasa hangat

"Hai Cakka..."jawab Shilla, lalu pria yang bernama 'Cakka' itu mendekatinya

"Cakka, lo kok belum pulang?"lanjut Shilla lagi,dengan tatapan bingung

"Yee.. ni anak, nggak ngerasa ditungguin apa.."jawab Cakka dengan wajah coolnya, Shilla terkekeh sekaligus tidak percaya

"Ha?yakin lo? duhduh.. sorry gue kan gatau..."seru Shilla sambil tersenyum manis, Cakka ikut tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut shilla

"Iya,gapapa.. lo haus nggak?ini ada air mineral..."kata Cakka pelan lalu menyodorkan botol air mineral, senyuman Shilla semakin mengembang

"Ini nggak lo suntikin obat tidur,atau semacamnya kan?"tanya Shilla tersenyum jail, Cakka menghela nafas panjang

"Ya masa gue tega...."jawab Cakka pelan menatap Shilla lembut, jantung Shilla berdegup kencang. Aneh... kenapa ada sesuatu yang lain setiap ia bersama dengan Cakka..

"Oh.. oke thanks.."kata Shilla gugup, segera ia mengambil air mineral yang diberi Cakka, dan meminumnya. Ternyata dia benar-benar haus, Cakka tertawa pelan melihat cara minum Shilla yang sepertinya sudah kelewat haus.

"Kenapa?"tanya Shilla bingung, Cakka menggeleng pelan

"Enggak, pulang yuk..." Shilla mengangguk, lalu meninggalkan sekolahnya. Ia diantar Cakka dengan motor ninja putih kesayangan milik Cakka. Sepanjang perjalanan mereka berdua tenggelam dalam diam. Shilla terlalu gugup untuk mengajak Cakka bicara, sedangkan Cakka masih malu-malu mau mengajak Shilla ngobrol. Tuhan Please.. gue seneng sih bisa bareng dia, tapi kalo kaya gini mending cepet-cepet sampe rumah deh.. batin Shilla dalam hati

Doa Shilla terkabul, motor Cakka sudah memasuki kawasan perumahan Shilla. Tidak samapi sepuluh menit mereka berdua sudah sampai di depan rumah Shilla. 
Dengan cepat Shilla meloncat turun dari motor Cakka, sedikit oleng motor Cakka saat Shilla meloncat turun

"Shill, lain kali gausah kaya gitu juga kali. Ini motor hampir jatuh tau.."pesan Cakka saat Shilla sudah berdiri di depan gerbang rumahnya dnegan manis, ingin cepat-cepat membuka gerbang dan langsung meninggalkan Cakka

"Hehe maaf deh..."kata Shilla pelan, Cakka tersenyum

"Ashilla Zahrantiara aku pulang dulu ya udah malem nih, kamu tidurnya jangan laut yah.. bye..."kata Cakka lembut,sorot matanya hampir membuat Shilla pingsan, Cakka terlihat begitu sempurna dibawah temaram bulan. Shilla segera sadar dari lamunannya,langsung mengerjap-ngerjapkan matanya.

"I..iya.. thanks..." Cakka hanya tersenyum lalu menggas motornya. Jantung Shilla masih berdegup kencang, perasaannya tidak karuan. Apa maksut Cakka tadi?kenapa dia pake aku-kamu? kenapa dia begitu perhatian?ah.. nggak tau deh...
Dengan perasaan campur aduk Shilla membuka gerbang rumahnya,dan mendapati Shanin yang sedang berdiri di ambang pintu, wajahnya terlihat kurang bersahabat

"Habis dari mana aja?dianterin kak Cakka ya?"tanya Shanin dengan nada ketus, Shilla mengangguk pelan

"Iya, kenapa?"

"Oh, enggak"jawab Shanin dingin lalu meninggalkan Shilla yang terbengong-bengong dengan sikap Shanin yang tidak seperti biasanya, atau mungkin hanya perasaan Shilla saja.

Shilla berlari-lari kecil masuk ke dalam rumahnya, di dalam ia telah disambut dengan wajah ramah mama dan papanya.

"Habis dari mana Shill?"tanya mama lembut

"Sekolah ma, hehe..."

"Mandi sana, bau tau nggak..."seru Shanin ketus.

"Ah masa sih?"tanya Shilla kaget, berarti dari tadi gue dibonceng sama Cakka bau gini, astagaa...

"Iya!"jawab Shanin dingin, lalu asik dengan Blackbernya. Shilla segera berlari ke kamarnya dan mandi, benar saja.. badannya terasa lengket dan.. sedikit bau.. tapi nggak bau-bau banget kok ._. 
Nggak sampai 30 menit, Shilla sudah selesai dnegan mandinya, sekarang dia terlihat lebih segar. Tiba-tiba dengan terburu-buru Shanin masuk ke dalam kamarnya.

"Kak.. kak...!!"Seru Shanin kegirangan, Shilla tersenyum senang, sekarang Shanin nggak seketus tadi

"Kenapa?"

"Kak Cakka ngajakin aku jalan besokkkk!!!"seru Shanin kegirangan, aneh.. bukannya senang,malahan ada bagian dari diri Shilla yang sedih dan tidak terima dengan perkataan Shanin, tapi cepat-cepat Shilla tersenyum

"Masa? cie...cie.... asik dong..."jawab Shilla dengan senyumannya. Sekarang aku benar-benar merasakan dibalik kata 'cie' memang terselip kecemburuan...

"Duh.. aku bingung nih kak, harus pake baju apa..."kata Shanin heboh, tidak memperhatikkan air wajah Shilla terlihat muram

"Kamu pake apa aja cantik kok...."

"Iya kak? ah.. pokoknya kakak harus bantuin aku besok yayaya...."pinta Shanin dengan wajah berbinar-binar, Shilla mengangguk pelan.

"Oke deh kalo gitu, aku keluar dulu . Thanks ya kak..."setelah berkata begitu Shanin langsung berlari keluar kamar Shilla. Shilla terduduk lemas di tempat tidurnya. Jadi secepat itukah dia berpindah ke gadis lain?jadi.. yang tadi itu emang nggak berarti apa-apa? haha dasar Shilla bodoh.. Cakka kan memang cowo yang baik, jadi pasti tadi emang nggak ada maksut apa-apa...

                                                                                       ******
Pagi ini Shilla terlihat tidak bersemangat untuk berangkat ke sekolah,berbeda dengan adiknya, Shanin malah sangat bersemangat, ia sudah tidak sabar akan pergi dengan Cakka. 
Shilla juga lebih memilih naik angkutan umum daripada naik mobilnya, dia tidak ada nafsu untuk segera sampai di sekolah, setidaknya kalau dia harus naik angkutan umum lebih menyita banyak waktu. Ia harus berjalan keluar kompleks rumahnya dan menunggu angkutan umum, jadi.. itu akan memperlambat dia sampai ke sekolah,Shilla bahkan tidak peduli ia akan telat atau tidak. Perasaannya masih kacau, jadi dia ingin sendiri saja hari ini...

Dengan langkah gontai Shilla berjalan menuju halte busaway, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara motor. Tapi Shilla tidak menggubrisnya, sampai suara yang sangat familiar baginya memanggil namanya

"Shilla...."

"Eh, Cakka?! ngapain lo disini?"tanya Shill terkejut, seneng sih tapi masih kesel sama Cakka

"Mau berangkat bareng sama lo..."jawab Cakka sambil tersenyum

"Enggak usah, mending lo duluan deh sana! gue mau naik busaway aja!"jawab Shilla ketus, Cakka heran dengan jawaban Shilla

"Loh kenapa?"tanya Cakka kaget

"Kenapa? ya nggak papa! kenapa sih maksa banget..!"bentak Shilla, jauh dalam hatinya Shilla menyesal karna telah membentak Cakka seperti itu, wajah Cakka langsung terlihat lesu dan sedih.

"Maaf.. gue nggak maksut gitu...."

"Yaudah sana deh lo..."kata Shilla pelan,tidak sanggup melihat ke arah Cakka. Cakka diam, lalu pergi meninggalkan Shilla.



~bersambung dulu ye, sumfah jelek banget ceritanya -_____________-
bingung judulnya apaan nih -_-v




1 komentar:

 

Flickr Photostream

VISITORS