Lukisan Cinta (part I)

Ini cerita yang gue buat untuk sahabat gue Pinkan, mudah-mudahan lo suka, lo kan suka yang bule-bule kan? jadi gue buat agak kebule-bulean. jadi sorry kalo banyak kata-kata yang ancur okeeee, anggap aja gue baru belajar wkwk 

         ~oo0000ooo~



My heart beats a little slower,
These nights are a little bit colder
Now that your gone my skiess seems a little bit darker
Sweet dreams seem a little bit harder...
I hate when your gone..

"Hei...." kurasakan goyangan pelan dibahuku,tapi aku tak memperdulikannya,aku tetap bersenandung kecil,sambil memainkan pensil di atas kanfas.

Everyday times passing, growing tired of all this traffic
Take me away to where you are.. 
I wanna be holding your hand in the sand the tire swing
Where we used to be, baby you and me
I try woth a thousand miles just see you smile feels so far away when you cry
Couse home is in your eyes..

"Heiiiii!!" entah mengapa ada suara lain selain suara Greyson yang menyanyi di telingaku,dan goyangan di bahuku semakin kencang -_-

Your heart beats a little bit faster
Theres tears were there used to be laughter
Now that I'm gone..
You talk just a little bit softer
things take just a little bit longer
you hate that I'm gone..

"Heeiiiiiii!!!!!!!!!!!!" aku tersentak,lalu melihat ke arah suara. Menatap lurus orang itu, menatap lurus orang yang menggangguku

"Sialan! apaan sih lo?!" bentakku kesal,seraya melepas earphoneku. Siapa sih nih orang,berani-beraninya gangguin gue -_-

"Sorry,kalo gue ganggu sebelumnya..,gue cuma.."

"Iye,emang lu ganggu!"potongku cepat,aku kesal sekali dengan orang ini -_-

"Sorry,but can you help me please.." katanya pelan,sambil menatapku lembut

"Udah gangguin orang,pake minta tolong segala lagi -_- "jawabku asal,ia hanya tersenyum tipis. Oh my gosh!   senyumannya.....
"Pake acara ngomong bahasa inggris segala lagi,gue gabisa tau!"sambungku lebih ngelantur, kalo gue gabisa bahasa inggris ,gamungkin gue bisa ngerti dia ngomong apaan. lagian, gue kan juga blasteran. Dari mana ceritanya gue gabisa bahasa inggris? hahaha #ngeluhtapipamer

"Maaf,jadi lo bisa bantu gue nggak?"tanyanya lagi. Duh jadi kasian,kapan lagi bisa bantuin cowo kece kaya begini ahahaha -_____-

"Bantu apaan? cuci-setrika yah gue masih bisa lahh..."jawabku bercanda, dia tertawa kecil. Please dah,mau dia senyum,ketawa sama aja charmingnya keluar banget *_*

"Enggak..enggak.. pekerjaan kaya gitu nggak cocok buat lo.." nah itu lo tau,udah ganteng pinter lagi nih anak haha -_- "So,gue mau minta tolong lo buat... ngelukis nenek gue.." ia menghentikan kata-katanya,dan membuatku menghentikan aktivitas kerja mataku untuk berkedip -_-

"Are you kidding me?"tanyaku setelah puas melongo untuk beberapa menit. Ia tersenyum,lalu menggeleng.
"Gue nggak ngerti -______-"jawabku cepat. lalu beralih pada kanfasku. Aku belum selesai menggambar skets taman ini,dan dia udah datang gangguin dengan permintaan yang aneh -_- padahal tadi aku juga lagi asik dengerin lagunya Greyson -__- GUE NGGAK NGERTI -__-

"Oke gini gue jelasin,gue lagi jalan-jalan sore sama nenek gue,dan nenek gue ngeliat lo yang lagi ngelukis.."dia memulai penjelasannya

"Sebenernya gue lagi buat skets,belom ngelukis.." ku ratal cepat,perkataan cowo kece ini


"Oke,lo lagi buat skets! dan nenek gue ngebet pengen banget lo buat sketsnya,atau apalah itu. Please.. nenek gue.." ia lalu menunjuk wanita tua,yang sedang duduk di kursi roda sambil tersenyum tipis melihat taman ini.
Tanpa ragu aku pun mengangguk setuju,tak lupa melempar senyum ke arah nenek itu. Dia sudah tua,tapi aku masih bisa merasakan ke-charmingan nenek itu. Okey aku bukan orang yang pandai mengutarakan perasaan dengan kata-kata yang indah, tapi entah mengapa aku begoitu tertarik dengan nenek ini. Aku gak akan rugi pernah ngelukis wanita ini :)

"So? lo mau?"

"Iya,bawel ah" aku melirik sebel ke arah cowo yang aku gak kenal ini " Nek, sini nek.. "teriakku sok akrab sama nenek orang -_- ,nenek itu tersenyum ke arahku, lalu cucunya *cowo yang gue gak kenal* itu mendorong pelan kursi roda, menuju ke arahku

"Namanya siapa?"tanya nenek itu dengan suaranya yang anggun, aku tersenyum

"Pinkan nek, Benedicta Pinkan Ayu Pramestika.."

"Yang nanya nama panjang lo tuh siapa?-_-"sambung cowo itu,aku mendumel dalam hati

"Nama yang bagus, maaf ya Pinkan.. Albert emang suka begitu orangnya.." kata nenek pelan, aku hanya tersenyum. Oh namanya Albert toh? hemmm...

"Malah bengong lagi,cepetan woi!" aku menatap cowo itu tajam, kenapa ini orang jadi judes begini? apakah dia marah padaku?ataukah karena.. stop..stop.. kenapa aku jadi alay begini -____-

"Iya bawel ah!emang lo pikir ngelukis itu segampang lo ngebaco... eh marah-marah sekarang ini. butuh penjiwaan tau gak?"kataku tak kalah kasar darinya. oek memang aku nggak sopan teriak-teriak di depan orang tua,nanti dia malah jantungan lagi -__- becanda,nanti malah ngerusak citraku saja nih ._.

"Sudah..sudah.., Pinkan nenek minta tolong ya,sebelumnya nenek minta maaf kalo ngeganggu kamu seperti ini.." nenek melerai pertengkaran aku dan Albert,berasa udah kenal lama aja nih -_-

"Enggak kok nek,yang ganggu cucu nenek kok.."jawabku sambil tersenyum manis, aku bisa merasakan pelototan tajam dari Albert,lalu aku menoleh ke arah Albert "Benar begitu kan baweelllll...?" lanjutku sambil tetap tersenyum. Albert membalas tersenyum padaku,ya senyum kematian -_-

"Kalian udah pernah kenal sebelumnya?"tanya nenek, aku menggeleng cepat "Kok sepertinya sudah dekat sekali ya?"lanjut nenek lagi, aku hanya tersenyum, Sebenarnya aku juga ngerasa begitu nek, entahlah mungkin karena.. yah.. mungkin karena akunya yang pandai bergaul hehehehehe

"Jadi gimana nek?mau dilukis dimana?"tanyaku seraya mengambil kertas baru untuk melukis nenek. Aku gatau kenapa nenek tau aku bisa melukis,mungkin karena kelihatannya aku bawa peralatan lukis gitu kali ya. Memang melukis adalah satu-satunya bakatku, selain itu aku gak punya kelebihan apa-apa lagi *nyesek*

"Disini aja,biar latarnya hamparan bunga sayang.."jawab nenek lembut, aku mengangguk mengerti

"Nek,gapapa kan aku ngelukisnya sambil dengerin musik?" tanyaku hati-hati sambil memegang earphoneku,nenek tersenyum lembut, dan aku tau artinya pasti "boleh" .
Aku memasang earphone dan memutar lagu kesukaanku Taylor swift  ~ Love story :)

we were both young, when I dirst saw you
I close my eyes and the flasback starts
I'm standing there, on a balcony in summer air

I see the lights ; see the party, the ball growns
I see you make your way through the crowd
You say hello, little did I know..

Seiring lagu berputar,aku mulai menggoreskan sedikit demi sedikit bagian dari nenek yang aku lihat,dari wajahnya memancarkan kehangatan, dan sorot matanya yang terlihat lemah memancarkan ketangguhan..
Jariku bergerak cepat membuat skets wajahnya, sesekali aku melempar senyum ke arahnya. Astaga wanita ini begitu menarik perhatianku...

That you were Romeo, you were throwing pebbles 
And my dady said "stay away from juliet"
And I was crying on the staircase- begging you please don't go..
And I said..

Romeo take me somewhere, we can be alone'
I'll be waiting; all there's left to do is run
You'll be the prince and I;ll be the princess
It's a Love story, baby , just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet, because twe're dead if they knew-
So close your eyes.. escape this town for a little while..

Aku melirik sebentar ke arah Albert yang sedang duduk tak jauh dariku, tiba-tiba hatiku terasa hangat. Ia tersenyum ke arahku, Oh My God! I love his smile!!

Cause you were Romeo - I was a scarlet letter
And my daddt said "stay away from juliet"
But you were everything to me -
I was begging you,please don't go -
And I said..

Romeo take me somewhere, we can be alone'
I'll be waiting; all there's left to do is run
You'll be the prince and I;ll be the princess
It's a Love story, baby , just say yes

Romeo save me, they'e trying to tell me how to feel
This love is difficult, but it's real
Don't be afraid, we'll make it out of this mess
It's a love story,baby, just say yes

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around 
My faith in you was fading-
when I met you on the outskirts of town
And I said..

Romeo save me, I've been feeling so alone 
I keep waiting, for you but you never come
Is this in my head, I dom't know what to think-
He knelt to the ground and pulled out a ring and said..

Marry me juliet, you'll never have to be alone
I love you, and that's all I really know
I talked to your dad - go pick out a white dress
It's a love story, baby just say.. yes

we were both young when I first saw you..

Lagu berhenti berputar, aku tersenyum puas. Lukisan nenek sudah selesai! cepat sekali kan, itulah aku.. jika tanpa lagu aku kadang sulit untuk melukis, dan lagu tadi begitu.. entahlah lirik-liriknya begitu mengena dihatiku..

"Done!" teriakku bangga, Nenek tersenyum senang, dia dan Albert datang menghampiriku.Aku melepas earphoneku.

"Nih.."seruku,lalu memberikan gambarku pada Albert dan nenek, aku tersenyum senang. Senyum lagi.. kenapa aku senyum-senyum terus ya? tapi menurutku hanya dengan tersenyum sudah bisa mewakili perasaanku tanpa harus berkata-kata :)

"Duh,nenek kok jadi keliatan muda ya?" aku tertawa

"Nenek kan emang masih muda.."jawabku cepat, nenek tersenyum- senyum sendiri, begitu juga Albert masih dnegan senyuman yang begitu kusuka.. . aku melirik jam tanganku, wah! sudah jam 5 sore,aku harus cepat-cepat pulang!

"Nenek,Pinkan pulang dulu ya.."

"Kok udah mau pulang?" Albert yang hanya diam,mulai angkat suara. Aku tersenyum, senang rasanya kalo dia peduli begini hahhaa

"Em..gue.. gue.. harus ke.. , pokoknya penting! aku harap kita bisa ketemu lagi ya nek!" aku langsung berlari  smabil membawa peralatan melukisku, tapi ternyata dengan cepat Albert menarik tanganku. Aku menatapnya penuh tanda tanya.

"Pinkan..."katanya pelan,sorot matanya begitu hangat. dari cara dia memanggilku, aku seakan terhipnotis olehnya.

"Ya...?" dia masih menatapku,aku tak bisa mengartikan arti tatapannya. Diam beberapa saat..

"Thanks buat hari ini, sorry kalo awal perkenalan kita tidak begitu menyenangkan.."katanya pelan,aku tersenyum lalu memukul pelan bahunya

"Lupain aja.."

"Thanks lo udah buat nenek seneng banget hari ini, gambar lo tadi keren banget.."

"Gue juga seneng kalo nenek seneng. Ohyaa... thanks pujiannya.." aku tersipu, pasti wajahku udah merah kaya kepiting rebus -__-

"Kita mulai dari awal lagi, kenalin gue Albert.." ia melepas genggamannya di tanganku, aku baru sadar kalo sedari tadi ia masih memegang tanganku. Dan sekarang ia mengulurkan tangannya kepadaku

"Gue Pinkan, Nice to know you.." aku menerima uluran tangannya, lalu kami berdua tertawa. Lucu? nggak juga sih, tapi lucu juga kalo kenalan kaya gini setelah kita melewati beberapa saat dengan marah-marah. aku melihat lagi jam tanganku, Astaga! bisa dimarahin pulang jam segini!

"Mampus! gue harus pergi.."teriakku panik, Albert tersenyum manis.. sempat-sempatnya dia membuatku jantung berdegup kencang di saat-saat seperti ini?degupan yang berbeda ~ arrgghhhh

"Gue harap bisa ketemu lo lagi.." GUE JUGAA!!! aku pengen ketemu kamu terus malahan! jeritku dalam hati

"Banyak-banyak berharap deh lo :p " aku menjulurkan lidahku,lalu berlari meninggalkannya. Oh Albert andai saja waktu masih mengijinkan kita untuk bersama, --- eits kenapa nih aku -_-
Aku terus berlari hingga sampai ke rumah, memang rumahku dengan taman tidak terlalu jauh. Astaga! papa sudah berdiri di depan rumah, mampus dah..

"Kamu dari mana aja Pinkan?"tanya papa, aku menarik nafas panjang. jujur aku capek sekali,nafasku tersenggal senggal

"Maaf pa.. aku tadi dari taman.."jawabku dengan nafas sepotong-potong. Papa menatap ku khawatir lalu segera merangkulku masuk ke dalam rumah.

"Kamu ini, jangan terlalu banyak  bermain Pinkan.." mama datang mengambilkanku minum, semua terlihat khawatir. aku lalu tersenyum

"I'm fine.."kataku pelan

"Kita hampir terlambat Pinkan, ayo kita pergi" seru papa,setelah melihat jam tangannya

"Pinkan capek pa,harus pergi ke sana terus.. Pinkan mau hidup normal.."desahku pelan, mama mengusap rambutku lalu tersenyum

"Pinkan, kamu gaboleh begitu.. ini demi kebaikan kamu juga nak.."

"Benar kata mamamu pinkan,ini demi kebaikanmu.. kami juga sedih ngeliat kamu begini terus.. sudah sekarang ayo siap-siap sebelum kamu terlambat.."kata papa, aku tersenyum ,lalu mengangguk

"I love you dad mom.." papa lalu mencium keningku, matanya masih menyorotkan kekhawatiran. Aku tersenyum sedih. Mama papa kalian harus kuat ya, maafin Pinkan..

~Bersambung






6 komentar:

  1. eh ada lagu home is in your eyes aheha

    BalasHapus
  2. emang si pingkan nya kenapa sih dek?

    BalasHapus
  3. @natasia: tertariknya cuma karna itu doang -_-

    @kaknened: adadeh kak,nanti ga seru kalo diceritain sekarang ;;)

    BalasHapus
  4. kagak mos -__- nih ye jujur dah gua setiap hari ngestalk blog elu tau kagak haha *aib duh aib*

    BalasHapus
  5. @Kaknened: okeencipp :3

    @natasia: natt..huahhh.. terharu gue bacanya... lo tuh ya paling bisa buat emakmu ini ngefly.. :"

    BalasHapus

 

Flickr Photostream

VISITORS