My Dandelion


Hembusan angin senja menyapu pelan hamparan bunga dandelion didepan mata, ratusan dandelion terbang semerbak ke segala penjuru mata angin.
Kicauan burung berpadu dengan desauan angin senja menjadi  musik alami bagi gadis cantik yang terduduk dibawah sebatang pohon maple.
Tatapan matanya menerawang, mencoba mengingat-ngingat setiap kejadian yang pernah terjadi di tempat dimana sekarang ia berada. Ia memperhatikan dengan detail sudut demi sudut padang dandelion itu. Putih...damai..tenang...dan lembut... itulah  yang langsung terbesit di pikirannya, tapi bukan itu yang dia cari di sini,dia mengharapkan lebih...
Dia ingin mengingat semuanya..semuanya.., itulah alasan utama dia datang ke padang dandelion ini.

“Hei, tell me more...”bisik gadis itu dengan mata terpejam,mencoba merakan semua yang ada di sekililingnya.  Seakan angin ingin menjawab, ia berhembus kembali.Kali ini lebih dekat di wajah jelita gadis itu. Seketika mata belo gadis itu terbuka, ia terkejut.  Nial... nama itu yang ada dipikirannya sekarang, desiran angin tadi seperti mengucapkan sesuatu,  Nial.. ya nama itu yang angin katakan.. Angin seolah-olah ingin memberi tahunya sesuatu,sesuatu tentang dirinya .Angin memberi kata kunci.. ya kata kunci.., kunci dari segala apa yang dia cari selama ini, dan yang gadis itu cari sampai ia melangkahkan kaki menuju padang dandelion ini.. Gadis itu mencoba mengingat semua hal mengenai nama itu...sekali lagi ia memejamkan matanya,lebih keras berfikir.. sampai, matanya terbuka dan mulai berkaca-kaca
“Nial!”seru gadis itu tegas, ia ingat nama itu... ! Dengan cepat ia bangkit berdiri, dan berharap matahari tidak cepat-cepat ingin terbenam,dan meninggalkan dunia dengan gelapnya malam.Hampir menangis gadis itu menatap lurus-lurus ke arah batang pohon maple itu, ia mencari sesuatu....
 ia mengitari  batang pohon itu, sampai ia mendapati apa yang ia cari. Tangisnya pecah,melihat goresan-goresan pada batang maple itu. Seperti orang linglung, gadis itu memutar tubuhnya ke segala arah,seperti mencari sesuatu. Tidak bisa mendapatkan apa yang dia cari,tangisnya semakin deras, ia terduduk di bawah pohon maple sambil mengelus pelan goresan-goresan di batang pohon maple itu, matahari sudah tidak bisa lebih lama lagi menemaninya. Hari semakin gelap, hilangnya matahari dari muka bumi ditemani suara tangis gadis cantik itu.
Hatinya semakin terasa sakit setiap melihat goresan-goresan di pohon itu, sesak yang ia rasakan.. seakan tidak bisa bernafas, ia merasa lebih parah daripada sebuah kehilangan, ini lebih dari sekedar kehilangan... Mata sembabnya tidak berhenti mengeluarkan air mata, padahal ia sudah benar-benar kelelahan, badannya lemas.. Dengan air mata yang masih mengalir gadis itu tertidur, perlahan air matanya berhenti mengalir, tapi sakit hatinya belum bisa berhenti seperti air matanya.

“Natasia......” gadis itu tidak menyahut saat seseorang memanggilnya, dari luar ia terlihat sangat tenang dengan tidurnya,tapi di dalam ia bagai di serbu dengan mimpi buruk

“Ayo kita pulang Sya....”ucap pria tadi,lalu dengan lembut ia menggendong Natasia pergi dari tempat itu. Pria itu membawa Natasia masuk ke dalam mobilnya, menidurkan Natasia di atas jok, wajah tampan pria itu tersenyum,lalu membelai lembut rambut Natasia.



Mata indah itu mengerjap-ngerjap, mencoba melihat sekelilingnya. Ia mengenal kamar ini, kamar dengan dinding berwalpaper bunga dandelion dan pohon maple, ya ini kamar miliknya

“Kamu udah bangun Sya...”sapa seorang pria tampan,pria yang menggendongnya kemarin malam. Natasia tampak terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya

“Zayn...?”tanya Natasia tidak percaya siapa yang berada di kamarnya sekarang,siapa yang sedang menatapnya lembut
“Good morning sya....”ucap Zayn,tidak menggubris pertanyaan Natasia. Untuk apa dijawab sudah jelas-jelas siapa yang sedang bersamanya sekarang

“Go..good morning...”balas Natasia terbata-bata “Kok kamu bisa disini?bukannya kamu di belanda ya?kok...”lanjut Natasia, Zayn bangkit dari sofa di kamar Natasia lalu mendekati gadis itu, merapikan rambut Natasia yang acak-acakan, wajah Natasia bersemu mendapat perlakuan seperti itu dari Zayn

“Iya.. kemaren aku pulang,habisnya aku kangen sama kamu...”jawab Zayn pelan,menatap lembut tepat ke mata Natasia, Natasia tersipu mendengar ucapan Zayn. Tapi kemudian dia ingat apa yang terjadi kemarin, matanya mulai berkaca-kaca kembali

“Nial mana?Nial manaa...?!”seru Natasia hampir menangis,lalu segera bangkit dari tempat tidur, tapi Zayn menahannya

“Kamu mau kemana?”

“Aku mau nyari Nial!! Nial dimana Zaynn! Kasih tau aku Nial dimana!”teriak natasia,air matanya mulai mengalir lagi, Zayn mendesah pelan, ia tidak pernah tahan melihat Natasia menangis
“Nial nggak ada disini Sya...”

“Dia dimanaa?!! Dia dimana Zaaayn?!! “teriak Natasia mulai frustasi, ia benar-benar merasa kehilangan Nial,pria yang selama ini mengisi hari-harinya..., Pria yang selalu menemaninya pergi ke padang dandelion itu, Pria yang bersamanya menggoreskan nama mereka di pohon maple itu.., tapi sekarang setelah semua kejadian itu, kejadian yang membuat ia lupa semuanya.. lupa semua tentang Nial..  kenapa hanya Nial yang hilang dari ingatannya?kenapa hanya Nial.. kenapa hanya Nial dan semua kenangannya yang hilang dari ingatannya!!

“Please Zayn... Nial dimana? Dia selamatkan Zayn...? iya kan Zayn....?”kata Natasia lirih, dadanya semaki sesak saat mengingat kejadian yang terjadi setengah tahun lalu, yang membuat ia hilang ingatan, tapi hanya ingatan tentangnya bersama Nial. Tapi sekarang ingatannya telah kembali, setelah setengah tahun berlalu, tidak ada yang pernah menceritakan apa yang sebenernya terjadi,tidak ada yang mengungkit-ngungkit mengenai Nial.. tidak ada.. orang tua.. bahkan sahabatnya dan sahabat Nial sendiri, Zayn....
Ingatannya membawanya kembali pada kejadian pahit yang terjadi setengah tahun yang lalu..


“Sya.. kamu nggak bosen apa sama pemandangan yang ini ini aja...”kata Nial pelan, Natasia menggeleng pelan

“Kenapa harus bosen?”

“Dari kecil sampai udah sebesar ini kamu di padang dandelion ini terus.. masa kamu nggak bosen?”lanjut Nial, Natasia tersenyum geli,lalu menatap mata kekasihnya dengan lembut

“Enggak tuh...”

“Sekali-kali kita ganti suasana dong...”

“Nggak mau ah...”

“Kita ke pantai ya?kamu kan tau aku suka banget sama pantai.. kita ke pantai ya Sya...”pinta Nial sedih,tapi
Natasia menggeleng

“Nggak mau.. aku maunya di sini, aku nggak mau ke pantai!”Natasia tetap bersikeras tidak mau ke pantai, Nial menatap Natasia sedih

“Please... besok anniv kita, kita ke pantai ya.. please Sya...”pinta Nial lagi,lalu meraih tangan Natasia,ia menggenggamya kuat-kuat

“Aku nggak mau.....”

“Please Sya.. sekali ini aja...” Natasia iba melihat Nial, Natasia memang tidak suka pantai.. ia tidak meyukainya,padahal kekasihnya sangat menyukai pantai. Dengan berat hati Natasia mengangguk

“Beneran?kita besok ke pantai ya?!”seru Nial kegirangan, Natasia mengangguk lemah. Ia benar-benar benci pantai!

Ke esokan harinya,pagi-pagi sekali Nial menjemput Natasia untuk pergi ke pantai. Ternyata Natasia memang belum bisa menghilangakan sedikitpun rasa bencinya dengan pantai. Natasia masuk ke dalam mobil Nial dengan wajah cemberut, Nial merasa tidak enak karna sudah memaksakn kehendaknya. Ia berencana akan mengucapkan sekaligus merayakn anniv mereka di pantai saja.
Sepanjang perjalan mereka hanya berdiam-diam saja, Natasia masih kesal karna Nial terlalu egois memaksakannya pergi ke pantai. Karna tidak tahan dengan diamnya Natasia, Nial mencoba mencairkan suasana

“Sya.. kalo pagi-pagi gini kita ke pantai pasti pemandangnnya bagus banget sya..”kata Nial bersemangat, tapi Natasia tetap diam

“Airnya seger loh sya,kalo kamu mau berenang. Tempatnya juga bagus banget kalo buat hunting foto..”lanjut Nial, mencoba membuat Natasia berbicara, tpai Natasia tetap diam

“Sya.. kamu nggak seneng kita ke pantai...?kamu nggak akan nyesel kok kalo ke sana...”ujar Nial lagi sambil tersenyum, Natasia menatap tajam Nial

“Sya.. kamu beneran nggak suka kita ke.....”

“Iya aku nggak suka!!puas?!”bentak Natasia memotong ucapan Nial,Nial terkejut. Tidak biasanya Natasia sekasar ini dengannya.

“Sya.. aku minta maaf... aku...”

“Terserah kamu!! Kamu tau aku nggak suka pantai kan?aku benci pantai Nial! Pantai mengingatkanku tentang papa, papa yang telah pergi selamanya,gara-gara pantai!gara-gara laut!”bentak Natasia lagi,matanya mulai berkaca-kaca

“Maafin aku Sya.. aku nggak bermaksut buat kamu sedih... aku Cuma..”

“Udah turunin aku disini!!”

“Enggak!kamu nggak boleh turun disini,kalo kamu mau pulang, ayo aku antar pulang!”

“Turunin aku disini!!!”dengan air mata yang membasahi pipinya Natasia nekat mengambil alih stir mobil Nial

“Natasia bahaya!!”teriak Nial,lalu menepis tangan Natasia. Tapi Natasia tetap memutar mutar stirnya,pikiran Natasia kacau, semuanya terasa berputar-putar , entah apa yang membuatnya nekat melakukan hal itu.

“Natasia awas bahayaaa!!”teriak Nial, Natasia melihat ke depan,ada truck yang datang dnegan cepat ke arah mereka

“Nialll!!!!”jerit Natasia,  untuk sepersekian detik kemudian Natasia merasakan sebuah hantaman yang hebat, semua badannya terasa sakit,ia  mencoba meoleh ke arah Nial, Nial tergolek lemah dengan darah dimana-mana, Natasia ingin  memeluk Nial, tapi apa daya kekuatannya telah hilang, dan seketika itupun Natasia pingsan.


“Sya..Sya...” Zayn mengguncang pelan bahu Natasia, Natasia sadar dari ingatannya akan kejadian pahit itu. Dan selama setengah tahunia tidak sedikit pun  ingat apa-apa tentang Nial, kekasihnya... Rasa sakit di hati Natasia semakin bertambah, air matanya semakin deras mengalir

“Dia gimana Zayn?”tanya Natasia,tanpa mentap mata Zyan

“Dia udah pergi Nat,pada hari itu juga....”jawab Zayn dengan berat hati, Natasia tersenyum pahit. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi

“Aku pengen ke makamnya Zayn..., kamu bisa anter aku kan?”tanya Natasia dengan tatapan kosong,Zayn mengangguk pelan.
Setelah mandi dan berpakaian serba hitam,Natasia telah siap untuk pergi ke makam Nial. Ia harus bisa siap sekarang,ia sudah sangat bersalah karna setengah tahun lamanya ia melupakan kekasihnya. Zayn membukakan pintu untuk Natasia, Natasia masih dengan wajah datar , kantung matanya hitam akibat tangisannya. Di perjalanan mereka berdua hanya berdiam diri saja, sampai akhirnya mereka tiba di pemakaman Nial. Tempat itu terlihat asri dengan pepohonan yang meneduhkan, Natasia menarik nafas panjang,lalu mengikuti Zayn ke tempat Nial.

“Ini dia makamnya Sya...”ucap Zayn pelan, Natasia terduduk lemas di depan pusaka kekasihnya. Tangisnya seketika pecah

“Nial.. maafin aku.. maafin kesalahan aku.. maafin aku yang terlalu egois sampai kamu bisa kaya gini, Nial.. seharusnya aku ngikutin kamu ke pantai hari itu, seharusnya aku nggak benci pantai karna papa yang tenggelam dan akhrinya pergi untuk selamanya, seharusnya aku sadar kalo semua itu bukan salah pantai,itu sudah suratan takdir papa aku.. maafin aku Niall.....”isak Natasia yak henti-hentinya meminta maaf, Zayn hanya diam membiarkan Natasia meluapkan semua emosinya

“Niall.. maafin aku, aku nggak inget apa-apa tentang kamu, perasaanku campur aduk, aku marah tapi juga sedih Niall.., maafin aku....”

“Sya... Niall udah tenang disana, kamu harus bisa mengikhlaskan kepergiannya..,semua ini bukan salah kamu kok, seperti yang kamu katakan tadi, ini udah suratan takdir Nial...”Zayn mulai angkat bicara dan dengan lembut memeluk Natasia. Natasia menangis.. bukan hanya diluar tapi didalam dirinya dia benar-benar menangis. Dengan wajah sendu,di pelukan Zayn. Natasia seperti melihat Nial tersenyum kepadanya, ingin rasanya ia menangis lebih banyak lagi, tapi badannya terlalu lemas.
Niall kembali tersenyum,dan mengangguk seolah menandakan dia bahwa dia telah memaafkan Natasia, perlahan senyum terlukis di wajah Natasia. Ada kegelegaan di hati Natasia.., ia merasa bisa melepaskan Niall sekarang. Ia melepas pelukan Zayn, lalu tersenyum dengan manisnya

“Zayn.. udah cukup, ayo kita pulang...”kata Natasia pelan, lalu menaburkan kembang di atas pusara Niall, Zayn tersenyum lalu mengangguk. Mereka meninggalkan Makam Niall dengan senyuman, karna Niall juga tersenyum, Natasia telah merelakannya, Niall tau siapa yang akan menggantikannya sekarang....
-selesai

2 komentar:

  1. Suer demiapa pun BAGUS BANGET MAKKKKKK :3 tapi, yah Niallnya mati masa u,u kasian amat guenya :( makasih banyak yaw mak :* lopyutomat mak ;3

    BalasHapus
  2. enggak usah lebay begitu,itu kata2nya banyak yang typo sama ancur2an . maklum baru dibuat tadi hehe
    Maap.. maap.. kan ada Zayn, nah udah kan janji gue udah terlunaskan *ngelusdada*

    Haha, lopyutuuu :*

    BalasHapus

 

Flickr Photostream

VISITORS