Ini adalah kabar terbaru negri kita, Mohon selalu untuk doanya. Doa untuk Negri kita dan sodara-sodara kita.
Metrotvnews.com, Medan: Status Gunung Sinabung di
Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara (Sumut) ditingkatkan menjadi status
awas. Penetapan ini karena Gunung Sinabung terus melakukan erupsi.
Mulai Sabtu (23/11) malam hingga Minggu (24/11), sudah delapan kali, Gunung Sinabung mengalami letusan.
Bahkan abu vulkanik yang dimuntahkan gunung Sinabung sampai ke Kota
Medan yang berjarak 80 kilometer dari Tanah Karo. Kota Medan dihujani
abu vulkanik pada pukul 23.45 WIB.
Abu menyebar merata di Kota Medan. Mobil-mobil dan jalan terselimuti
debu vulkanik. Halaman-halaman rumah warga kota Medan juga dipenuhi debu
vulkanik.
Zahidar, salah satu warga di Perumahan Kejaksaaan, Simpang Selayang
terkejut ketika bangun pagi, halaman rumahnya diselimuti debu. Awalnya
dia tidak mengetahui kalau itu debu vulkanik.
"Pagi-pagi saya lihat banyak debu. Awalnya saya tidak tahu kalau itu
debu vulkanik, saya tahunya dari tetangga. Banyak sekali debunya,"
ujarnya.
Erupsi pertama terjadi pada Sabtu (23/11) pukul 21.26, kemudian pukul
21.38 WIB, pukul 22.02 WIB, yang diikuti abu vulkanik yang mencapai
Medan. Kemudian pukul 23.15 WIB, Lalu pukul 00.45 WIB, selanjutnya pukul
07.35 WIB dan terakhir pukul 08.55 WIB.
Penaikan status ini karena meluasnya lontaran material berukuran3-4 cm hingga mencapai radius 4 kilometer.
Kepala BPBD Sumut, Asren Nasution mengatakan, dengan adanya penetapan
status awas ini, maka radius yang harus disterilkan seluas lima
kilometer dari puncak gunung.
"Dengan begitu, sudah empat desa yang kita evakuasi ke posko
pengungsian. Mulai Sabtu malam sudah dievakuasi hingga Minggu siang,"
ujarnya.
Desa yang dievakuasi yaitu, Desa Sukanalu, Desa Sigarang-garang, Desa
Kutarakyat dan Desa Kuta Gunung. Untuk proses evakuasi, petugas
menurunkan 500 personil dari BNPB, BPBD Sumut, TNI, Polri, SKPD dan
relawan.
Jumlah pengungsi mencapai 12.300 jiwa yang tersebar 20 posko. Masa
tanggap darurat yang seharusnya habis pada Minggu (24/11), diperpanjang
hingga Sabtu (30/11).
"Kebutuhan losgitik yang tersedia mencukupi untuk melayani pengungsi
yang berada di semua posko. Apalagi, bantuan dari BNBP pusat sudah
mengirimkan bantuan berupa logistik, genset dan HT," imbuh Asren.
(Yennizar Lubis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar