Pagi ini aku melangkahkan kaki dengan lemah memasuki gerbang sekolah,rasanya aku nggak sanggup masuk sekolah hari ini,malas banget rasanya, bukan males sih tapi..entahlah.., perasaanku semakin tak karuan saja setelah mengetahui bahwa cewe yang disukai Andro itu sesekolahan sama dia ,dan otomatis sesekolahan juga sama aku. Rasa penasaranku semakin memuncak ,setidaknya walaupun sakit, aku tau siapa yang menjadi pujaan hati Andro, duh gamau sok tegar sih aku.., tapi aku harus tegar!haruuussss
Aku kembali melanjutkan langkah gontaiku,dengan wajah lesu,pucet,dan kantung mata yang berkantung mata, kalo kaya gini aku tinggal pergi ke tebing,dan pasti orang-orang berteriak "hidupmu masih panjang.." "jangan menyia-nyiakan hidupmu.." emang gue mau mati?-_- tapi emang sih sekarang tampang gue kaya orang putus asa yang mau bunuh diri, gimana enggak, tadi malam aku nangisin si Andro lagi, memalukan banget ya -_-
"Hei!" aku terkejut,lalu menoleh melihat siapa yang menepuk pundakku
"Eh, demi apa ngapain lo disini?"tanyaku histeris melihat siapa yang ada didepanku sekarang
"Loh emang kenapa?gue kan emang sekolah disini.."
"Oh iya lupa =_="
"Lo kenapa?sakit?"tanyanya sok perhatian,membuatku semakin terluka saja, huwaahh
"Sakit?enggak.."jawabku penuh dusta,seharusnya aku teriak didepan mukanya "IYA GUE SAKIT!SAKIT KARENA ELO!" oke,mungkin itu terlalu berlebihan -_-
"Yang bener?wajah lo pucet gitu, beneran lo nggak sakit?"tanyanya lagi, oke mungkin sepertinya aku bukan cuma sakit hati,tapi sakit fisik juga. kepalaku pusing,rasanya berputar-putar. Sebaiknya aku harus pergi dari sini secepatnya,rasanya lelah sekali.. aku kenapa ya..
"Enggak..enggak..,gue nggak papa. Tapi sepertinya gue harus cepet-cepet kembali ke kelas,sebelum gue dihukum karena terlambat" jawabku cepat,sebelum aku nggak sanggup berjalan lagi..
"Yaudah bareng aja,kita kan sekelas.."katanya lembut. Sial,aku lupa kalo sekelas sama Andro -_-
"Yaudah terserah.." aku mengangguk lemah,badanku rasanya berat sekali..,susah sekali untuk berjalan.. semuanya terasa berputar-putar..
"Hei Cik,lo tau nggak.. gue ngerasa deket banget sekarang,sama cewe yang gue suka.Hahaha.. gue seneng banget .." terdengar suara andro samar-samar.., cewe itu lagi..,semua ini semakin menambaku pusing saja.. hei Androo.. pusing..pusing sekalii..., Andro masih saja bercerita tentang cewe itu,aku berusaha untuk kuat, tapi kenapa pandangku jadi berkunang-kunang seperti ini, kenapa semuanya jadi kabur begini? kenapa.. sakit..sakit.. banget...
"Pokoknya lo harus ketemu sama dia Cik,lo pasti bakalan kaget banget. Oh ya lo beneran nggak sak..."
"Cikaa! cika lo kenapa? bangun Cik,lo kenapaa?" setelah mendengar perkataan Andro,aku sudah tidak mengingat apa-apa lagi.., sakit sekali..
*****
Aku panik sekali,dengan cepat aku menggendong Cika ke UKS, dari awal aku sudah mengira kalo dia lagi sakit, tapi dia terus mengelak, dan ternyata dia sampai pingsan. Aku benar-benar khawatir,jantungku berdegup kencang,aku takut kalau cika kenapa-kenapa. Wajahnya pucat sekali, aku benar-benar takut sesuatu terjadi padanya. Dan sekarang,sudah sekitar 2 jam Cika pingsan,dan aku tetap menunggunya hingga ia siuman, aku akan tetap menunggu sampai dia sadar, aku sudah janji akan mengenalkannya dengan cewe yang selama ini aku ceritakan,dan semua itu nggak akan pernah terjadi kalo cika nggak sadar.
"Sudahlah Ndro, Cika nggak papa kok, dia cuma kelelahan.." Bu Rasti dengan lembut menepuk pundakku
"Saya akan tetep nungguin sampai Cika siuman bu.."kataku pelan,masih menatap lurus kearah Cika
"Yasudah,terserah kamu sajalah. Makan dulu sana,kamu nggak laper apa?dasar anak muda.." Aku menggeleng pelan, lagian belum lama juga,kok aku udah disuruh makan,intinya aku tetep harus nungguin Cika sampai sadar!
"Terserah kamu deh,ibu keluar dulu.." aku tersenyum simpul. bu Rasti keluar dari UKS sambil geleng-geleng kepala.
"Cik..lo sadar dong,please.. lo harus sadar.." perlahan aku mengenggam tangan Cika, Cik.. lo harus sadar..
Jari Cika mulai bergerak, akhirnya dia sadar juga! perlahan matanya terbuka,melihat ke sekeliling ruangan ,lalu melihat lurus kedepanku, awalnya tatapan kosong..
Hening beberapa saat..
"HEH!ELO?NGAPAIN DISINI?!"teriak Cika Histeris "Gue dimana inii???"
"Whaa.. santai cik,lo lagi di UKS,tadi lo pingsan.."
"Oh ya?terus siapa yang bawa gue kesini?guru siapa?kuat juga.." aku tertawa mendengar perkataanya.
"Gue dongo.."jawabku,lalu mengacak-ngacak rambutnya. Cika terdiam
"kenapa Cik?"tanyaku khawatir "masih sakit?"
"Enggak, nggak papa.. makasih gue pergi dulu."kata Cika cepat,lalu meloncat turun dari tempat tidur,tapi dengan cepat aku menghadangnya.
"Bentar Cik,gue mau ngomong sesuatu.."
"Apaan?gue mau ke kelas dulu. Sorry.."
"tunggu Cik!"aku menggenggam tangannya dengan kuat "Lagian kita sekelas juga kan?nanti aja bareng gue!"
"Terus lo mau bilang apa?cepetan?!"
"Gue mau ngenalin cewe yang selama ini gue ceritain..."kataku pelan,cika membuang muka
"Oh ya?mana orangnya lo bawa kesini juga?"
"Iya!"jawabku tegas, Cika terdiam, matanya mulai berkaca-kaca
"Oh..yaudah.. mana?"tanyanya dengan suara bergetar
"Dia sekarang ada didepan gue,dia sekaang yang lagi gue genggam tangannya, yang lagi gue tatap matanya.."
"Basi lo Ndro!"desis Cika tajam, aku tersenyum kecut
"Gue serius Cik!selama ini yang gue maksut itu elo,cuma elo.."
"Udah gue mau per..."
"Gue sayang banget sama lo Cik.." Cika terdiam,aku terus memeluknya,
"Gue nggak bakal biarin lo salah sangka lagi sama gue Cik.." lanjutku lagi, Cika menangis.. ya cika menangis dipelukanku.
"Jangan nangis dong Cik.." aku mengusap pelan wajahnya "Lo juga sayang sama gue kan?" Cika mengangguk pelan,aku tersenyum senang. lalu memeluknya lagi. Tapi kenapa Cika nggak berhenti nangis?
"Cik,jangan nangis lagi dong sayang..udah nggak ada yang perlu dikhawatirin.."
"Eh bego,gue nangis soalnya hari ini ada ulangan kimia!" aku tersadar, oh ya bener! nih kan jam pelajarannya pak Bagus,guru kimia . Mampus deh gue..
"Oh iye bener,yaudah aayo ke kelas!"
"eh,gendong dong.." pinta Cika,sambil tersenyum manis.
"Enak aja,jalan aja ngapaa. lu berat tau!" Cika cemberut,aku tertawa puas. lalu merangkulnya
"Penasehat Cinta,jangan galau lagi yaa..." kataku pelan, Cika tersenyum tipis "kan ada gue.."lanjutku lagi.
"Jadi ceritanya Happy Ending nih?"tanya Cika tersenyum ragu.
"Iyadoooogg o'onn hahaha :p "
~selesai~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar