“GUE
LULUUUUUSSSSSSS!!!!”teriakku heboh,aku berlari mencari-cari Gina sahabatku
“Ginaaaa,guee luluuusss!!” teriakku lagi lalu memeluknya.
“Gue juga Zo..”katanya pelan,aku menangis dalam pelukannya.
Ini tangis bahagia.
“Udah,gausah nangis.. “kata Gina pelan,tapi aku tetap tak
bisa berhenti menangis. Oh my God,sejak kapan aku jadi melankolis gini?
“Zora.. udahan nangisnyaa..”kata Gina mulai panik,aku
tersenyum simpul.
“Gina ,just let me cry as much..,Gina you know I’m so
happyyyy” kataku sesenggukan,masih memeluknya.
“I know..I know.. impianmu bisa terkabul kan?”tanya Gina,aku
bisa membayangkan dia tersenyum.Aku melepas pelukan,menatap wajahnya yang
berseri-seri.
“Cieehhh.. bakalan satu SMA nih ceritanyaa..”goda Gina,aku
tersenyum malu.Wajahku memerah.
Aku sudah lama menunggu saat-saat ini,saat kelulusan SMP dan aku bisa menyusul seseorang di SMA Airlangga. SMA favorit di Jakarta, dan tentu saja favoritku,haha
Aku sudah lama menunggu saat-saat ini,saat kelulusan SMP dan aku bisa menyusul seseorang di SMA Airlangga. SMA favorit di Jakarta, dan tentu saja favoritku,haha
“Zo..nilai lo gimana?”tanya Gina tiba-tiba,aku menghentikan
acara makan siangku.
“Tunggu bentar Gin,lo gak liat gue lagi menikmati makan
siang terakhir gue di SMP kita ini..”
“Ya,sorry.. tapi ini kan nyangkut sama SMA lo juga..”lanjut
Gina,aku terdiam..sorot mataku meredup
“Nilai ya..”kataku lemah
“Nilai lo ga sesuai harapan?jadi.. lo gabisa di Airlangga?”tanya
Gina hati-hati,aku hanya diam,menatap kosong mangkok baksoku.
“Hei,apa bagusnya juga Airlangga,disana itu Cuma tempatnya
orang-orang yang sibuk sama pelajaran. Kalo lo gamasuk Airlangga,gue juga ga
bakalan masuk Airlangga,kita bisa nyari SMA yang lebih bagus dari Airlangga.
Airlangga is sucks..”kata Gina berapi-api,aku tau dia mencoba menghiburku.
“Hei,lo nggak boleh ngomong gitu..”
“Nggak papa kok sayang,gue lebih suka seSMA sama lo,walaupun
itu nggak di Airlangga..”Gina memelukku,aku tersenyum senang.
“I’m sory Gina..”kataku sambil tersenyum
“No..no problem,apasih bagusnya Airlangga itu..”Gina mulai
menyerocos.
“Gina..Nilai gue..jauh diatas perkiraan gue!!”kataku heboh
“Hahaha 1-0 “tawaku puas,berhasil ngerjain Gina.
“Anjirrrrr.. kurangajar lo Zo,gue pikir nilai lo jelek-jelek
semua,selagi lo kan nggak pinter-pinter amat,yah...paling itu lo beruntung aja,
lo kan sukanya nyontek sama gue :p” ejek Gina,aku tertawa
“Eh,sumpeh Gin,gitu amat lo sama gue.” Aku pura-pura
ngambek,Gina tertawa.
“Oke..oke..say,canda..canda..” tawa Gina “Eh,masih lama
nggak makan lo?lebih tepatnya masih lama nggak lo disekolah?”lanjutnya. Aku
nyengir kuda. Aku tau mungkin aku masih bisa ke sekolah ini,tapi..entah mengapa
sulit sekali untuk bisa meninggalkan sekolah ini,karena aku tau,ini bukan
tempatku lagi. Aku harus mempersiapkan semua keperluanku untuk masuk ke
Airlangga,dan bertemu seseorang. Aku penasaran seperti apakah dia? Aku
benar-benar tidak sabar ingin bertemunya,aku juga ingin sepertinya ,aku harap
dia bukan orang yang sombong,dan bisa bantu-bantu aku (emang pembantu?) I
wish..
“He?oke gue ngerti,puas-puasin aja lo disekolah ini,gue
pulang duluan -_-“Gina bediri dari kursinya,mengambil tasnya dan berlalu begitu
saja.
“Gina tunggu!”panggilku,langkah Gina terhenti,menatapku
bingung "Apa?” tanyanya,aku tersenyum
“Gue luluss!”jawaabku senang,Gina menarik napas panjang
“iye,gue udah tau kampret” Gina tertawa,lalu meninggalkanku.
Aku bangkit dari kursi kantin,setelah menghabiskan baksoku.
Aku berjalan mengelilingi koridor,sekolahan udah sepi, aku tersenyum menatap
papan pengumuman tepat di depan kantor guru. Tadi disini rame banget,Banyak
banget yang nangis,oke aku ngaku..aku salah satunya -_- ,but come’on itu tangis
bahagia bukan?
Aku melanjutkan langkahku ke arah taman sekolah, aku berlari menuju sebuah pohon,dan memanjatnya. Hop! ,pohon ini nggak terlalu tinggi,dan gampang untuk dipajat,karena dahan-dahannya yang pendek. Ini tempat favoriteku di sekolah, haha.,untungnya pohon ini daunnya cukup lebat,seperti menyembunyikan aku didalamnya.. huuufft,sepertinya aku belum sanggup meninggalkan sekolah ini..
mataku mulai berkaca-kaca,mengingat semua kejadian selama 3 tahun di sekolah ini,susah,senang,konyol,semuanya deh..
Aku melanjutkan langkahku ke arah taman sekolah, aku berlari menuju sebuah pohon,dan memanjatnya. Hop! ,pohon ini nggak terlalu tinggi,dan gampang untuk dipajat,karena dahan-dahannya yang pendek. Ini tempat favoriteku di sekolah, haha.,untungnya pohon ini daunnya cukup lebat,seperti menyembunyikan aku didalamnya.. huuufft,sepertinya aku belum sanggup meninggalkan sekolah ini..
mataku mulai berkaca-kaca,mengingat semua kejadian selama 3 tahun di sekolah ini,susah,senang,konyol,semuanya deh..
“Heeii!!!”teriak seseorang,aku terlonjak kaget.Siapa sih
itu,aku pikir semua orang udah pulang.
“Sape ye?”tanyaku nggak peduli
“Makanya turun dulu..”
“Males ah..”jawabku santai,aku mencoba melihat siapa yang
berbicara,tapi daun-daun pohon ini terlalu lebat,aku hanya bisa melihat
samar-samar..,emm dia pake celana,berarti dia cowo
“Turun dong Zo..” ha?dia tau namaku?siapa dia? Aissh aku
penasaran. Aku melompat turun dari pohon.
“ElO?!”kataku kaget
“Iya Zo gue ,kaget ya?”tanyanya,sambil tersenyum,aku
membuang muka
“Aduh..udah waktunya pulang,duluan ye..”kataku cepat,lalu
berjalan melewatinya dengan tergesa-gesa. To late..,dia udah narik tanganku
duluan
“Cakka apaan sih lo!”bentakku kesal,berusaha menepis
tangannya, tanganku telah berada dalam cengkramannya.
“Zo.tunggu bentar..dengerin gue..”masih memegang tanganku,aku
diam membiarkan dia berbicara
“Lo kok benci banget sama gue sih?ini hari terakhir kita
bertemu tau..”suaranya melembut,aku terdiam.
“ya,gue tau...”jawabku pelan,sambil menunduk
“Zo..gue Cuma mau bilang..kalo gue..”
“oke cukup,gue mulai muak,kalo mau ngomong cepetan,gue udah
mau pulang!”bentakku memotong omongannya.
“iya,sabar napa sih!”
“ye..ya gausah sewot dong!”
“Lo tuh yang sewot!”kataku gamau kalah
“Lo tuh yang sewot!”
“Lo!”
“Lo!”
“Loooo”teriakku kesal
“Lo! Yang duluan marah siapa?”
“LOOOOOO!!!”teriakku kesal,dari dulu dia selalu nyebelin
“Elo..”katanya santai
“Auk ah,lama banget lo ngomongnya,gue mau pulang!”aku
mengakhiri pembicaraan “lepasin tangan gueeeee”teriakku
“Just wait and heard!”katanya tajam,aku diam. Dia tak mau
melepas tanganku. Oke aku nyerah
“Oke,cakka gue nyerah.Sekarang cepat ngomong atau gue akan
berontak”
“Zo..gue udah nunggu waktu ini lama banget..gue..”
“Lama banget sih ngomongnya!to the point..to the
point”potongku gak sabar
“Bawel!dengerin dulu yang penting bukan langsung ke pointnya
tapi kata-kata gue sebelumnya..”
“Fine!”
“Zo..gue tau kita enggak pernah akur....”baru saja aku mau
memotong omongannya,dia sudah menatapku tajam duluan.aku mendesah pasrah
“Tapi,lo gak pernah tau bagaimana perasaan gue sama lo
selama ini..” DEG! Jantungku berdegup kencang. Aku menatap wajahnya,serius
sekali..
“Emang gimana?”tanyaku berusaha nggak peduli,padahal gue
udah mulai salting
“Zo..kau tau,aku sangat menikmati setiap saat bersamamu, aku
suka saat kita berantem karena hal kecil,aku suka ketika kamu marah padaku,aku
suka ketika kau tertawa puas melihatku menderita,aku suka senyummu,aku suka
wajah marahmu padaku,aku suka sikapmu yang lucu,aku suka melihatmu dia atas
pohon itu,bahkan tanpa kau sadari aku sering memotretmu..”katanya pelan,sambil
tersenyum kepadaku. Hei,sejak kapan dia ber aku-kamu denganku?dan sejak kapan
dia sering memotetku tanpa izin,itu privasi tauk!
“Sejak kapan lo suka foto-foto gue,tanpa izin ha?”tanyaku penuh curiga,aku pikir dia akan marah,tapi ternyata dia malah tertawa.
“Sejak kapan lo suka foto-foto gue,tanpa izin ha?”tanyaku penuh curiga,aku pikir dia akan marah,tapi ternyata dia malah tertawa.
“Aku suka memperhatikanmu,melihat semua kelakuan-kelakuan
anehmu..”lanjutnya,oke aku mulai tersinggung “Aku bisa menjadi begitu
kekanak-kanakan bila bersamamu,aku bisa menjadi diriku sendiri bila
bersamamu,dan aku bahagia saat bersamamu. Aku suka setiap detik bersamamu,aku
suka mendengar tawamu,dan semua hal tentangmu,dan terlebih lagi Aku suka Padamu
Zo..” Dia menghentikan kata-katanya,dan dia menghentikan detak jantungku. Oh Ya
Tuhan..Cakka suka padaku?sejak kapan?
“Zo..aku sadar sejak pertama kali kita bertemu dikelas 7 aku
sayang kamu Zo..” lanjutnya lagi, aku tidak tau harus berkata apa lagi. Cakka
yang selama ini jadi musuh bebuyutanku ternyata suka padaku? Oh tidaakk, I need
a doctor . dokter mana dokter? Cakka yang jadi inceran satu sekolahan suka sama
aku? Aku harus bangga tentang ini,haha.. Cakka yag jutek itu?kenapa bisa bicara
seromantis ini padaku?
“Zora..are you okay?”tanyanya lembut. Actually NO! I’m not
okay!! Aku masih diam,aku bingung harus berkata apa lagi,apa yang harus
kulakukan Tuhan? Aku tidak menyukainya,em..mungkin sedikit..em,tidak agak
banyaknyalah..,enggak banyak..bangett..eh, em..Ish.. apa yang terjadi denganku?
Aku berharap ada seseorang yang menculikku pergi dari sini,secepatnya!
“Okay.. let me see.., Umm”gumamku bingung,Cakka masih
menatapku penuh harap.Memangnya apa yang dia harapkan?dia kan belum nembak,Cuma
menyatakan cinta?emang apa bedanya Zoraa
-_- sekali lagi aku menatap wajah manis itu,ya Cakka memang manis sih.. aku akui itu
-_- sekali lagi aku menatap wajah manis itu,ya Cakka memang manis sih.. aku akui itu
“So??gimana?”tanyanya lagi
“Gimana?gimana apanya?”tanyaku bingung.
“Ya ampunnnnn -_- gimana kamu mau jadi pacarku
nggak?”tanyanya mulai frustasi.
“O..Oh.. about that.. I think..I think.. I think.. I
think...” jawabku ber- I think-I think terus
“Nggak mau ya Zo?oke.. no problem..”katanya pasrah,ah
apaan,masa perjuangan cintanya Cuma gitu doang? Aih paayyaahhhh -_-
“Udah gitu doang?”tanyaku kecewa,masa gitu doang? -_-
“Ya emang mau apa lagi?”jawabnya lemas.
“Nggak ada perjuangan banget,lagian aku kan belum jawab -__-“
eh ngomong apa aku barusan?aku? aku pake ‘aku’ bukan ‘gue’? -_-
“Iya sih..tapi udah pasti jawabannya enggak ngenakin hati..”
“Ah..payah lu.. cowo apaan ih -_-“ejekku kecewa,
wait..kenapa harus kecewa?
“Aku bingung -_-“ katanya “Maunya apa sih nih cewe?gajelas
banget -_-“lanjutnya frustasi. Tanpa sadar aku tertawa “Hahahahaha...”
“Kenapa Zo?”tanyanya panik,sumpah wajahnya lucu banget,aku
tak bisa menahan tawaku “hahahahaha..”
“Zoo....”
“yaaa?hahahahaha” aku tak bisa berhenti tertawa,tapi aku
melihat wajahnya yang tulus,aku terdiam.
“hei..lo pecaya sama cinta yang datang karena terbiasa?”tanyakku
serius,sambil tersenyum.
“I trust that..”jawabnya singkat,aku tersenyum lagi
“Manurutmu kesempatan itu perlu nggak sih?”tanyaku lagi
“Ya..” aku
menatapnya,matanya.. ternyata matanya Cakka itu bagus banget yah,kenapa aku
baru nyadar sekarang?haha aku menertawakan diriku sendiri.
“Cakka, terpaksa sama membiasakan diri,itu berbeda kan?”
“Kalau kau tanya menurutku,beda tipis..”
“Lo percaya gue engga terpaksa kan?”
“Maksutnya?”tanyanya heran,aku tersenyum.
“Gue enggak terpaksa kan nerima cinta lo?gue mencoba
membiasakan diri,bukan terpaksa,dan tandanya gue beri lo kesempatan..”
jelasku,dengan wajah sok tulus,padahal sebenernya aku sebel,ini cowo gak
mudengan banget sih -_- gak ngerti omonganku dari tadi -_-
“Aku harapnya kamu nggak terpaksa Zo..”jawabnya pelan,baru
saja aku mau membalas kata-katanya,dia udah meluk aku duluan. Oke..juju aku
shock! Tapi..kenapa aku jadi senyum..senyum sendiri gini?
“Em..Cakka..”bisikku ,dia masih memelukku. “Udahan
meluknya..”lanjutku.
“Oh,hahaha.. sorry zo..ku bahagia banget..”serunya
senang,lalu melepas pelukannya
“And,thankyou..”lanjutnya lagi,aku mengangguk pelan. Hari
sudah mulai gelap,aku bahkan enggak nyadar kalo ini sudah manghrib.
“Heeehhhhh!!!”teriakku panik ngelihat jam tanganku.
“Kenapa Zo?”
“Udah jam enemmm...,gue harus pulang...!”teriakku panik,
kunci mana kunci,aku merogoh saku bajuku,mencari kunci motorku.
“Yaudah yuk pulang..”ajaknya,aku menatap aneh
“Pulang sendiri-sendiri kaleee..”
“iya,maksutnya bareng ke parkiran bego -_-“ aku meliriknya
sebel,oke aku sebel banget sama nih anak,sisi romantisnya langsung ilangg,hilang
ditelan bumiiii -_-
“jangan cemberut gitu dong..” dia mencoel pipiku,hihhhhh..
emang sabun cuci di coel-coel?eh itu colek deng -_-
“Apaan sih..!”aku menepis tangannya,bibirku langsung monyong
5 centi
“Yah,ngambek..baru juga jadian -_-“katanya pasrah,aku
tersenyum lalu tertawa
“Hahaha,makanya lo tuh nyebelin abis sih,masa cewenya
sendiri dikatain bego?”
“Tapi emang kenyataanya gitu kan?”jawabnya santai, -_- dia
emang nyebelin..tapi aku sayang sama dia -_- apaan banget -_-
“Iyee..”jawabku pasrah,berlari mendekati motor scopyku. “Duluan
ye..”lanjutku lemas,menstater motorku. Aku meliriknya bentar,eh dia malah
ketawa!!!
“Hahaha,Zora tukang ngambek nihh..”godanya,masih tertawa
“Bodo!”jawabku,lalu langsung cusss pergi ninggalin tuh
anak.yang terbengong-bengong sendiri. Kenapa jadi gini hubungan gue??baru aja
jadian udah kaya gini -_- aku ragu dia beneran suka sama aku -_-, aku
bener-bener nggak nyangka dia bakal nembak aku. Padahal hari ini aku Cuma musatin
diri sama SMA Airlangga. Ga nyangka kisah cintaku bisa datang begitu cepat,lucu
juga kalo dipikirn,eh.. tapi aku kan lagi ngambek sama Cakka dodol itu -_-
Ah sudahlah.. yang penting aku lulus,dan nilai-nilaiku
tinggi semua,jadi bisa masuk ke Airlangga dan bisa ketemu sama Dia.. Aku nggak
sabaarrrr !!


ayo dilanjut ;)
BalasHapusI love your story!^^
yuhuuu..thankyou.. :*
BalasHapusoke,tapi mungkin aku gak publish ke blog TT
gue ga bisa tau kelanjutannya dong u,u
BalasHapusHahaha,yaa..nantilah kapan*,masalahnya lg stuck..bab 2nya belum selese -_-
BalasHapus